Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia Era Prakolonialis
Sejarah
Sistem Ekonomi Indonesia Era Prakolonialis
Sebelum kita memasuki
sejarah sistem perekonomian Indonesia prakolonialis kita harus tahu terlebih
dahulu apa itu sistem ekonomi dan apa itu prakolonialis. Berikut pengertiannya
:
Yang
dimaksud dengan periode Pra-Kolonialisme adalah masa – masa berdirinya kerajaan
–kerajaan di wilayah Nusantara (sekitar abad ke – 5) sampai sebelum masa
masuknyapenjajah yang secara sistematis menguasai kekuatan ekonomi dan
politikdi wilayah Nusantara (sekitar abad k-15 sampai 17). Pada masa itu RI
belum berdiri. Daerah – daerah umumnya dipimpin oleh kerajaan – kerajaan.
Cara suatu
masyarakat mengatur kehidupan ekonominya disebut sistem ekonomi atau tata ekonomi.
Ada pula yang mengartikan bahwa sistem ekonomi itu merupakan keseluruhan lembaga
ekonomi yang dilaksanakan atau dipergunakan oleh suatu bangsa atau negara dalam
melakukan kegiatan ekonominya
Dengan letak
Indonesia yang diapit oleh 2 benua dan 2 samudera membuat Indonesia menjadi
titik strategis dalam jalur pelayaran niaga antar benua, dan Indonesia juga
termasuk salah satu jalur sutra, yaitu jalur sutra laut,
ialah dari Tiongkok dan Indonesia, melalui selat Malaka ke India. Dari sini ada
yang ke teluk Persia, melalui Suriah ke laut Tengah, ada yang ke laut Merah
melalui Mesir dan sampai juga ke laut Tengah. Perdagangan laut antara India,
Tiongkok, dan Indonesia dimulai pada abad pertama sesudah masehi, demikian juga
hubungan Indonesia dengan daerah-daerah di Barat (kekaisaran Romawi).
Kerajaan Kutai terletak pada jalur perdagangan dan pelayaran antara Barat dan Timur, maka aktivitas perdagangan menjadi mata pencaharian utama, sehingga rakyat Kutai sudah mengenal perdagangan internasional. Kerajaan Tarumanegara berada di daerah agraris sehingga kehidupan perekonomian masyarakat Tarumanegara adalah pertanian dan peternakan. Kerajaan Sriwijaya berada di pesisir utara Pulau Sumatera dan berada pada urat nadi perdagangan di Asia Tenggara, sehingga masyarakat Sriwijaya menguasai perdagangan.
Kerajaan Mataram berada bagian tengah Pulau Jawa, posisi ini
membuat masyarakat Mataram bertumpu pada sektor pertanian. Kehidupan ekonomi
masyarakat pada jaman Kerajaan Singasari berbasis pada pertanian, pelayaran,
dan perdagangan. Kerajaan Majapahit dekat dengan pertanian, maka kehidupan
ekonomi masyarakat Majapahit hidup dari pertanian dan perdagangan.
Penggunaan
alat tukar yang berupa koin emas dan koin perak sudah dikenal di masa itu sama
halnya seperti di Eropa sana, namun pemakaian uang baru mulai dikenal di masa
kerajaan-kerajaan Islam, misalnya picis yang terbuat dari timah di Cirebon.
Namun penggunaan uang masih terbatas, karena perdagangan barter banyak berlangsung
dalam system perdagangan Internasional. Karenanya, tidak terjadi surplus atau
defisit yang harus diimbangi dengan ekspor atau Impor logam mulia.
Kejayaan
suatu negeri dinilai dari luasnya wilayah, penghasilan per tahun, dan ramainya pelabuhan.Hal itu disebabkan,
kekuasaan dan kekayaan kerajaankerajaan di Sumatera bersumber dari perniagaan,
sedangkan di Jawa, kedua hal itu bersumber dari pertanian dan perniagaan. Di
masa pra kolonial, pelayaran niaga lah yang cenderung lebih dominan. Namun
dapat dikatakan bahwa di Indonesia secara keseluruhan, pertanian dan perniagaan
sangat berpengaruh dalam perkembangan perekonomian Indonesia.
Dengan kata lain, system pemerintahan
masih berbentuk feudal. Kegiatan utama perekonomian adalah:
– .Pertanian, umumnya monokultura,
misalnya padi di Jawa dan rempah–rempah di Maluku.
– .Eksplorasi hasil alam, misalnya
hasil laut, hasil tambang, dll.
– .Perdagangan besar antarpulau dan
antarbangsa yang sangat mengandalkan jalur laut.
Singkatnya,
dalam masa sebelum penjajahan, perekonomian Indonesia bertumpu pada sector
pertanian dan perdagangan.
Komentar
Posting Komentar